Tampilkan postingan dengan label Handphones. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Handphones. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Oktober 2008
Siemens SL55 Launched 2003
It was fiddly to use, had a terrible screen and poor build quality - but the Siemens SL55 is certainly one of the cutest phones ever made.

Launched in 2003, the SL55 was probably the tiniest phone on the market, measuring just 82 x 45 x 22 mm and weighing 79 grams. But it wasn't just the small size of the SL55 that turned heads - the elegant combination of curves and styling details meant that this phone has a huge amount of "wow factor".. and the SL55 was making inroads into this marketplace a full year before Motorola's RAZR.
The 101 x 80 pixel 4096 colour CSTN display was a bit basic even in 2003. The SL55 had GPRS, a WAP browser, polyphonic ringtones, but it didn't have Bluetooth or a camera.. and certainly nothing fancy like an MP3 player. Of course, it could make phone calls and send text messages too, and really that's all the SL55 was designed to be.. a compact, attractive phone for people who really just need basic functionality.
The SL55 was quite a successful phone, but Siemens could never really come up with a suitable successor. The SL65 and SL75 were better specified but lacked the charm of the original SL55, and eventually the whole Siemens Mobile business folded.
For a time, Siemens showed great promise with a number of highly innovative designs, but they never could reliably sort out their quality control issues. Ultimately the SL55 stands as a reminder of what might have been, and it still calls out for a modern remake.
by Mobilegazette
It was fiddly to use, had a terrible screen and poor build quality - but the Siemens SL55 is certainly one of the cutest phones ever made.

Launched in 2003, the SL55 was probably the tiniest phone on the market, measuring just 82 x 45 x 22 mm and weighing 79 grams. But it wasn't just the small size of the SL55 that turned heads - the elegant combination of curves and styling details meant that this phone has a huge amount of "wow factor".. and the SL55 was making inroads into this marketplace a full year before Motorola's RAZR.
The 101 x 80 pixel 4096 colour CSTN display was a bit basic even in 2003. The SL55 had GPRS, a WAP browser, polyphonic ringtones, but it didn't have Bluetooth or a camera.. and certainly nothing fancy like an MP3 player. Of course, it could make phone calls and send text messages too, and really that's all the SL55 was designed to be.. a compact, attractive phone for people who really just need basic functionality.
The SL55 was quite a successful phone, but Siemens could never really come up with a suitable successor. The SL65 and SL75 were better specified but lacked the charm of the original SL55, and eventually the whole Siemens Mobile business folded.
For a time, Siemens showed great promise with a number of highly innovative designs, but they never could reliably sort out their quality control issues. Ultimately the SL55 stands as a reminder of what might have been, and it still calls out for a modern remake.
by Mobilegazette
Rabu, 16 Juli 2008
Dari dapurlah masakan diracik, kemudian dimasak untuk selanjutnya dihidangkan. Begitu pula sebuah ponsel, diperlukan proses perancangan desain yang mantap. Hingga akhirnya tahap produksi masal dilakukan
Merancang dan memproduksi sebuah tipe ponsel ternyata membutuhkan proses yang panjang. Banyak tahapan harus dilalui untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Mulai dari diskusi rancangan desain, perancangan model, pengujian material hingga produksi harus dilewati dengan sistem yang terpadu. Hingga akhirnya diharapkan produk yang dilempar ke pasar dapat diterima dan diserap dengan cepat. Itulah gambaran sekelumit dari proses kerja dari sebuah vendor ponsel ternama di dunia, Siemens Mobile.
Dalam rangkaian perjalanan ke Jerman, penulis berkesempatan mengunjungi biro desain ponsel Siemens (designafairs) di Munich, dan salah satu pabrik ponsel Siemens di Kamp Lintfort. Baik designafairs dan Kamp Lintfort merupakan instalasi yang teramat penting bagi Siemens. Untuk itu mengunjungi lokasi tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Penulis harus melalui prosedur keamanan yang sangat ketat. Maklum di industri ponsel rawan penyadapan dan spionase.
Proses hadirnya sebuah ponsel Siemens berasal dari designafairs. Biro desain yang memiliki tenaga 40 staff ini telah berjasa dalam membidani perancangan berbagai ponsel Siemens di seluruh dunia. Tidak kurang hingga saat ini sudah 33,3 juta ponsel Siemens sudah terjual, yang merupakan karya kebanggaan designafairs. “Disini kami menghasilkan berbagai macam kreasi desain ponsel yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen”, ungkap Ulrich Skrypalle, vice president of designafairs.
Tahap kerja dimulai dari brandstroming antar designers, mengenai tema rancangan apa yang akan dibuat. Kemudian dilakukan tahap membentuk rancangan desain baik di kertas maupun di komputer. Dari sana dibentuk dummy yang sesuai dengan hasil rancangan. Selanjutnya pemilihan jenis material yang akan digunakan di ponsel, seperti campuran bahan plastik dan tekstur warna. Pemilihan komposisi warna pun sangat detail diperhatikan, bahkan mengandung nilai filosofi tersendiri. Bagaimana sisi fungsional ponsel ketika dalam genggaman tangan, kenyaman jempol dalam pengetikan juga diperhitungkan disini.
Designafairs banyak menghasilkan rancangan ponsel yang revolusioner, bahkan beberapa rancangan terbilang unik seperti ponsel berbentuk kartu dan jam. Bahkan ada ponsel yang dirancang untuk sekali buang. Walau belum tentu dikomersialkan, tapi ide-ide designafairs patut juga dipertimbangkan sebagai ponsel generasi masa depan.
Setelah hasil rancangan berhasil melalui pengetesan, uji material dan komersial. Maka tahap proses selanjutnya yakni dimulai nya proses produksi. Urusan produksi ini tentu diserahkan kepada pabrika ponsel yang berada di Kamp Lintfort.
Kamp Lintfort
Siemens mempunyai tiga lokasi pabrik ponsel di seluruh dunia. Pertama di Kamp Lintfort- Jerman, kedua di Shanghai-Cina dan di Manua-Brazil. Kamp Lintfort terletak di daerah persawahan pinggir kota dengan luas 100 hektar, lokasi dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan dari kota Dusseldorf. Walau tempatnya terpencil, Kamp Lintfort merupakan pabrik ponsel terbesar milik Siemens. “Sejak didirikan November 1962 sudah banyak perangkat elektronik yang dihasilkan, namun kami baru mulai memproduksi ponsel GSM pada bulan Oktober tahun 1991, tepat pada saat era kelahiran teknologi tersebut”, papar Herbert Stuker, internal communication Siemens Mobile.
Proses produksi di Kamp Lintfort terbilang cukup lengkap, dan hebatnya hampir sebagian besar pengerjaan dilakukan otomatis oleh robot. Teknisi yang terlihat hanya berperan sebagai pengawas jalan nya produksi. Diantara proses kerja otomatis yakni pemasangan micro chip pada komponen PCB (printed circuit board) dengan sinar laser, perakitan hardware kamera, LCD dan instal software. Luar biasa, semua dilakukan dengan cepat dan akurat. Terlihat disana hanya pekerjaan packaging yang masih dilakukan secara manual. Saat kunjungan terlihat aktifitas produksi besar-besaran seri Siemens SL65. Herbert Stuker menjelaskan bahwa rata-rata dalam satu hari Kamp Lintfort memproduksi tidak kurang dari 5 ribu unit ponsel. Dengan jumlah karyawan terakhir mencapai 1967 orang. “Kapasitas produksi dapat kami tingkatkan sesuai permintaan, dan tenaga kerja akan kami optimalkan dalam over time”, ujar Herbert Stuker.
Diakui oleh Herbert Stuker bahwa produksi terbesar ponsel Siemens adalah seri C, oleh karena permintaan sangat tinggi. Terutama pada masa beredarnya varian seri Siemens C 35/45/55. Siemens nampaknya cukup siap dalam membangun industri dari hulu ke hilir, buktinya mesin produksi di Kamp Lintfort merupakan buatan Siemens sendiri. “Kami bangga bahwa mesin produksi ini juga digunakan oleh kompetitor Siemens”, papar Herbert. Sayang Herbert tidak mau menjelaskan siapa sang kompetitor itu.
Proses produksi boleh saja dilakukan dengan terpadu, tetapi tantangan tetap harus disikapi dengan waspada. Setidaknya ada dua hal penting yang harus dicermati, yakni memastikan produksi berjalan dengan kualitas yang baik. Dan fektor pengiriman (delivery) ke pasar juga harus lancar. Selama 3 jam kami berkesempatan meninjau dari dekat Kamp Lintfort yang bernilai aset 500 juta Euro. Banyak pengalaman dan informasi diperoleh dari Kamp Linfort. Alangkah bangganya jika suatu saat kelak Indonesia dipercaya sebagai tempat memproduksi ponsel berkualitas tinggi. Selain transfer teknologi, kesempatan kerja pun pastinya akan bertambah.
Kuliselular dalam kunjungan ke Kamp Lintfort - Jerman (Sept04)
(c)Copyright Kuliseluar - Copywrite 4y3f
Sabtu, 28 Juni 2008
SIEMENS
Siemens baru-baru ini mengumumkan peluncuran beberapa ponselnya yang akan datang, Gigaset Onyx dan Helium. Kedua ponsel ini dikategorikan sebagai inovatif, dengan teknologi tingkat tinggi. Dengan dibuat oleh bahan daur ulang plastik dan teknologi OLED, ponsel ini juga dilengkapi dengan loudspeaker 3D dan navigasi sentuhan.
Ponsel ini dikategorikan bagi anggota keluarga agar terbiasa dengan tampilan dan aplikasi berbasis teknolgi OLED.
Sumber: selularshop.co.id
Siemens baru-baru ini mengumumkan peluncuran beberapa ponselnya yang akan datang, Gigaset Onyx dan Helium. Kedua ponsel ini dikategorikan sebagai inovatif, dengan teknologi tingkat tinggi. Dengan dibuat oleh bahan daur ulang plastik dan teknologi OLED, ponsel ini juga dilengkapi dengan loudspeaker 3D dan navigasi sentuhan.
Ponsel ini dikategorikan bagi anggota keluarga agar terbiasa dengan tampilan dan aplikasi berbasis teknolgi OLED.
Sumber: selularshop.co.id
Selasa, 13 Mei 2008

There were also some concept-models, in particular the Wristphone. Voice dialing, hands free mode, thriband GSM standard are combined in a phone a little bit larger than a usual watch. This engineering sample with a built-in antenna weighs 36 g and measures 28 cubic cm. The device is powered by a 550 mAh battery and uses a usual SIM-card.
Aq dapet dari dari : Http://digit-life.com
aq br tau, bahwa siemens pernah ngeluarin Wristphone jg! tapi sayang dah lama, trus siemens hari gini dah bangkrut. :(
Hidup Siemens "Be Inspired"
Jumat, 09 Mei 2008

Curhat...!!!
Siemens Mobile sudah menemukan titik akhir, setelah sekian lama tampak redup, Siemens Mobile benar-benar menjadi gelap gulita nehh. Nama besar Siemens tak sanggup menghidupkan nyawa Divisi Ponsel, berarti pula usai sudah support untuk produk Siemens. Padahal dulu sengaja pilih siemens karena handsetnya tahan banting dan sinyal kuat, meski menu bagi sebagian orang cukup ribet/susah (menurut aq menu siemens-lah tataan menuny sangat logis, seperti layakny perintah2 di PC), tp aq tetep pilih siemens, karena menurutku Siemens is the best.
Tapi kini, masa-masa itu sudah menjadi sejarah. Sempat berharap api kecil dapat tersulut dengan akusisi oleh BenQ (menjadi Benq-siemens) biarpun aq sebagai salah satu siemens mobile mania kurang sreg, mungkin kalo pilihan tersebut lebih baik tidak jadi masalah, karena BenQ sampai saat itu masih berbasis produk2 komputer. Semenjak menggunakan nama BenQ-Siemens, seri-seri keluarga A, C, M dan S (dengan kombinasi dua angka) pun berubah menjadi dua karakter, angka-angka keramat (digit terakhir 0 dan 5) pun mulai pudar/hilang.
Mungkin kebanggaan handset Siemens belum berakhir, meski nama besar Siemens Mobile sudah gelap gulita semoga Siemens Mobile Mania tidak semudah itu melupakannya (Siemens Mobile), minimal akan menjadi kolektor produk siemens. Siapa tau pada waktu tertentu akan menjadi barang antik. :)
Rabu, 23 Januari 2008

Share : SL45 (Most Fenomenal n Kontroversial)
image_471.jpg
1. Cikal bakal lahirnya patching di dunia siemens.
Awal mula patching didunia siemens, dimulai dari seorang RizaPN. Yang punya ide dan realisasi nyata. Patching manfaatin beberapa blok dari firmware ponsel untuk diubah menjadi fungsi tertentu.
2. Ponsel ber-MP3Player terkeren dijamannya hingga beberapa tahun sesudahnya. Dan itu generasi pertama siemens ber-MP3 player dengan kualitas tak tertandingi. Generasi pertama nokia, jauh banget standard dan kualitasnya dibandingin SL45.
3. MMC n Java, Dijamannya blom ada ponsel dengan fasilitas sejenis.
4. Dengan tambahan sedikit patching, maka SL45 akan menenggelamkan beberapa generasi siemens sesudahnya. Karena emang bener bener powerfull abis.
Sampe sekarang pun orang2 didunia siemens masih berandai andai. Andai SL45 sudah berlayar warna, GPRS, dan poliphonic ringtone. Pasti Siemens akan bener bener menguasai pasaran ponsel didunia.
by yunus510 April 24, 2007
CopyWrite : 4y3f
Langganan:
Postingan (Atom)


